Menurut Ganjar, sinergi dengan kalangan akademisi menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ekosistem data yang semakin kuat di Provinsi Lampung.
“Pemprov membuka diri, khususnya Dinas Kominfotik, untuk melakukan penguatan ekosistem data di Provinsi Lampung bersama para pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi seperti UIN Raden Intan Lampung,” ujarnya.
Ganjar menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan tugas Diskominfotik, terutama pada bidang statistik sektoral.
“Teman-teman mahasiswa nantinya tentu akan banyak membantu kami dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dinas Kominfo, khususnya di bidang statistik sektoral. Kami juga berkomitmen mengoptimalkan peran mahasiswa dalam mendukung tugas-tugas Dinas Kominfo,” ucapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ganjar didampingi Kepala Bidang Persandian dan Statistik Ernita. Sementara rombongan UIN Raden Intan Lampung dipimpin Sekretaris Program Studi Sains Data Fakultas Sains dan Teknologi, Dona Dinda Pratiwi.
Dona menyampaikan bahwa kunjungan industri tersebut menjadi langkah awal membangun kerja sama yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
“Kunjungan ini menghasilkan rencana kerja sama yang meliputi penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat yang kami harapkan dapat terus berlanjut ke depan,” kata Dona.
Ia menilai kolaborasi tersebut akan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di bidang sains data sekaligus berkontribusi dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data.
Pada kesempatan itu, Dona Dinda Pratiwi mewakili Program Studi Sains Data FST UIN Raden Intan Lampung menyerahkan piagam penghargaan kepada Diskominfotik Provinsi Lampung sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pelaksanaan Kunjungan Industri Himpunan Mahasiswa Program Studi Sains Data UIN Raden Intan Lampung.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Data dan Teknologi: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data (Data-Driven Governance)”, yang menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong pemanfaatan data dan teknologi untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang lebih efektif, kolaboratif, dan berbasis bukti.
