Selain itu, Satgas Kelurahan yang terdiri atas unsur pamong dan perlindungan masyarakat (Linmas) turut dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan ialah normalisasi drainase selama kurang lebih dua minggu di wilayah Kelurahan Panjang Utara dan Kelurahan Pidada.
"Dengan tetap mengikuti instruksi Wali Kota Bandar Lampung, kami melaksanakan normalisasi drainase melalui Satgas Terpadu Kota yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, serta Satgas Kelurahan yang terdiri atas pamong dan Linmas. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih dua minggu di Kelurahan Panjang Utara dan Pidada,” ujar Hendri.
Pelaksanaan normalisasi dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa excavator serta pengerahan tenaga manusia untuk membersihkan dan menata jaringan drainase yang ada. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran air, mengurangi risiko penyumbatan saluran, serta meningkatkan kesiapan wilayah dalam menghadapi curah hujan tinggi.
Hendri menegaskan, penanganan potensi banjir tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga fungsi drainase dan mencegah terjadinya genangan akibat saluran air yang tersumbat sampah.
Hendri mengimbau seluruh warga Kecamatan Panjang dan sekitarnya agar tidak membuang sampah sembarangan serta membiasakan diri menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.
"Saya berharap kepada seluruh warga Kecamatan Panjang, mari kita tingkatkan semangat gotong royong dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan agar dapat diangkut oleh petugas kebersihan,” harap Hendri.
Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan saluran air harus berjalan seiring dengan upaya pemerintah melakukan normalisasi drainase. Tanpa dukungan masyarakat, upaya pencegahan banjir berpotensi tidak berjalan maksimal.
Langkah antisipasi yang dilakukan menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Normalisasi drainase, koordinasi lintas instansi, dan keterlibatan masyarakat harus terus diperkuat untuk meminimalisir potensi banjir.
"Saya berharap kepada kita semua untuk dapat memastikan saluran drainase yang telah dinormalisasi tetap terpelihara, sekaligus mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama," harap Hendri.
"Dengan demikian, upaya menghadapi musim hujan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan sesaat, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.
